VLOOKUP Dengan Menggunakan INDEX MATCH

Siapa yang enggak kenal dengan rumus VLOOKUP..? Pasti sebagian besar dari kalian kenal dan tau tentang formula ini. Nah kali ini, kita akan membahas mengenai rumus VLOOKUP dengan variasi yang berbeda, yaitu menggunakan gabungan formula INDEX dan MATCH.

Kalian bisa liat langsung tutorialnya di video ini, atau bisa juga membaca lebih detail penjelasannya di halaman ini.

Apa perbedaan VLOOKUP dengan INDEX MATCH…?

Prinsip kerja VLOOKUP hanya bisa mencari data yang ada di kolom sebelah kanan dari data yang dicari. Misal, jika ingin mencari data Usia, Tinggi, dan Pendidikan dari suatu Nama, data-data tersebut harus berada di sebelah kanan dari kolom Nama. Jika berada di sebelah kiri, formula ini tidak bisa digunakan.

Mekanisme Vlookup

Sedangkan INDEX MATCH, lebih fleksibel. Data dari variabel yang dicari bisa berada di sebelah kiri atau kanan dari variabel tersebut.

Sebelum kita bahas cara menggunakan formula INDEX MATCH, perlu kita kuasai dulu cara kerjanya formula INDEX dan cara kerjanya formula MATCH. Fungsi dari kedua formula tersebut masing-masing berbeda, tapi saat digabungkan akan menjadi formula yang powerful pengganti VLOOKUP.

INDEX

Berfungsi untuk mengambil data dari suatu tabel atau range cell sesuai dengan posisi baris dan posisi kolom yang ditentukan. Rumusnya seperti ini:

=INDEX(array, row_num, [column_num])
  • array: refrensi data atau Database
  • row_num: Baris ke berapa data yang dicari tersebut berada
  • column_num: Kolom ke berapa data yang dicari tersebut berada

Contoh kasus:

Formula Index

Kita mempunyai refrensi data yaitu Usia dan Tinggi yang terdapat pada range A2:B6. Jika ingin mengambil data tinggi 168 cm yang berada pada baris ke 1 dan kolom ke 2 maka formulanya menjadi sbb:

=INDEX(A2:B6, D4, D5) atau =INDEX(A2:B6, 1, 2)
  • array: Range (A2:B6). Database tempat data kita berada
  • row_num: Range (D4). Posisi baris yaitu 1
  • column_num: Range (D5). Posisi kolom yaitu 2

Catatan:

Penentuan baris atau kolom, disesuaikan dengan range data yang kita select, bukan berdasarkan urutan Excel (baris 1, 2, ..dst atau kolom A, B, ..dst). Jika kita men-select baris A6 – A10, maka posisi baris dari data yang ada di A6 adalah posisi 1, bukan posisi 6. Begitu pula halnya dengan posisi kolom.

Kelemahan dari Formula INDEX ini adalah saat menentukan posisi baris dan kolom dari data yang diambil, dan ini sangat manual. Untuk itu dibutuhkan suatu Formula lagi untuk dikombinasikan dengan rumus INDEX agar bisa menentukan secara otomatis baris dan kolom dari data tersebut.

MATCH

Ya, Formula MATCH inilah yang bisa menentukan secara otomatis posisi dari sebuah value atau data yang dicari, baik posisi baris maupun posisi kolom. Rumusnya adalah:

=MATCH(lookup_value, lookup_array, [match_type]
  • lookup_value: Data atau value yang dicari
  • lookup_array: Range data dimana value atau data yang dicari berada
  • match_type:
    • 1: Menampilkan jumlah baris/kolom yang lebih kecil dari yang benar-benar match
    • 0: Menampilkan jumlah baris/kolom sesuai dengan yang match
    • -1: Menampilkan jumlah baris/kolom yang lebih besar dari yang benar-benar match

Contoh kasus:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *